Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Menggunakan nslookup

Menurut wikipedia, nslookup merupakan network administration tool (dalam command line) yang berlaku di berbagai sistem operasi, dengan meng-query DNS untuk mendapatkan nama domain, alamat IP, atau DNS record yang spesifik.

Sebagai contoh, kita akan melakukan nslookup untuk beberapa situs.
Sebelum mulai, ada beberapa "type" dalam nslookup yang akan saya gunakan

  1. A, adalah type default ketika kita tidak mengganti / set type, digunakan untuk memperoleh alamat IP
  2. CNAME, atau canonical name, merupakan alias nama dari suatu domain, misalkan domain www.cendolnesia.com bisa diakses dengan hanya mengetikan cendolnesia.com pada browser, atau dengan mengetikan nama lain.
  3. MX, atau mail exchange, sesuai namanya, digunakan untuk transaksi email
  4. NS, atau name server, untuk mendapatkan DNS dari alamat yang kita masukan
 Contoh penggunaan:

:# nslookup

> www.google.co.id
Server: 127.0.0.1
Address: 127.0.0.1#53

Non-authoritative answer:
Name: www.google.co.id
Address: 173.194.38.151
Name: www.google.co.id
Address: 173.194.38.159
Name: www.google.co.id
Address: 173.194.38.152
c
Dengan mengetikan nslookup pada terminal, kemudian kita masukan nama domain www.google.co.id, maka informasi yang muncul adalah seperti di atas. Dengan perintah sederhana seperti itu, artinya kita menggunakan type A dan server DNS default yaitu local / 127.0.0.1
Jika kita memiliki DNS server dalam jaringan lokal / intranet, hasil  nslookup akan berdasarkan pada DNS server tersebut, artinya ketika kita mengganti DNS server dangan milik google misalnya, lalu kita melakukan nslookup ke alamat yang hanya dimengerti oleh DNS server lokal, maka tidak akan mengembalikan hasil. Untuk alasan keamanan, saya tidak bisa menuliskan contohnya disini :D

Mari kita ganti DNS servernya:

>server 8.8.8.8
>server

Default server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Saya mengganti DNS server ke server milik Google (8.8.8.8), kemudian mengetik "server" lagi untuk mendapatkan nama server yang digunakan, #53 menunjukan port 53 yang digunakan oleh DNS.
Sekarang saatnya bermain dengan "type".
Kita masukan perintah berikut:

Dengan type default (A):
> detik.com
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
Name: detik.com
Address: 203.190.242.69
Name: detik.com
Address: 203.190.241.43

Kita mendapatkan alamat  IP dari detik.com, jika yang dimasukan adalah www.detik.com (dengan awalan www) maka :

>www.detik.com

www.detik.com canonical name = detik.com.
Name: detik.com
Address: 203.190.241.43
Name: detik.com
Address: 203.190.242.69

Muncul cname = detik.com diikuti dengan alamat IP
Berikutnya kita ganti type dengan CNAME:


> set type=cname
> detik.com
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
*** Can't find detik.com: No answer

Authoritative answers can be found from:
detik.com
origin = ns1.detik.net.id
mail addr = sigit-is.ipv6.detik.net.id
serial = 2012110537
refresh = 1200
retry = 900
expire = 604800
minimum = 1800

Muncul keterangan no answer, karena nslookup tidak mendapatkan jawaban atas detik.com, namun jika kita menggunakan awalan www, maka keterangan yang muncul adalah seperti dibawah:

> www.detik.com
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
www.detik.com canonical name = detik.com.

Authoritative answers can be found from:



Berikutnya kita ganti typenya dengan ns:


> set type=ns
> detik.com
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
detik.com nameserver = ns1.detik.net.id.
detik.com nameserver = ns.detik.net.id.

Maka kita dapatkan DNS-nya, dimana disana tertera 2 alamat.
Yang terakhir kita coba type MX:


> set type=mx
> detik.com
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
detik.com mail exchanger = 20 ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.com.
detik.com mail exchanger = 30 ASPMX3.GOOGLEMAIL.com.
detik.com mail exchanger = 10 ASPMX.L.GOOGLE.com.
detik.com mail exchanger = 30 ASPMX4.GOOGLEMAIL.com.
detik.com mail exchanger = 20 ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.com.
detik.com mail exchanger = 30 ASPMX5.GOOGLEMAIL.com.
detik.com mail exchanger = 30 ASPMX2.GOOGLEMAIL.com.

Authoritative answers can be found from:
>

Kita dapatkan alamat server mailnya, disana tertera 7 alamat, dimana angka 10, 20, 30 menunjukan prioritas, semakin kecil semakin tinggi prioritasnya / menjadi alamat primer.

Tulisan ini pertama dibuat saat ujicoba menggunakan nslookup, kemungkinan besar akan mengalami perubahan seiring saya mencoba-coba :D cheers...!




Koneksikan database MySQL dengan LibreOffice Base

Ini pengalaman pertama saya menggunakan aplikasi Base dari LibreOffice, saya berpikir untuk mendesain database sederhana dengan ERD (Entity Relationship Diagram). Saya menggunakan MySQL untuk menangani database, saya pikir bisa saja jika dikoneksikan dengan LibreOffice Base, namun saat pertama kali dijalankan, ternyata tidak semudah yang saya pikirkan. Base menyuguhkan saya sebuah dialog box wizard untuk membuat, membuka, atau mengoneksikan database. Karena saya ingin menggunakan database MySQL, dipilihlah opsi mengoneksikan database, pada pilihan database sudah tersedia berbagai koneksi seperti JDBC, Oracle JDBC,  Adabas D, dll. Untungnya

Set up database Oracle Database 10g XE di Netbeans 6.9

Pada sebuah kesempatan saya ingin membuat aplikasi Java berdatabase menggunakan IDE Netbeans, karena saya mulai ketagihan pake si Netbeans ini, versi yang saya gunakan adalah Netbeans 6.9. Jika kita mencari di Software Center, yang kita temui adalah versi 6.8, untuk melakukan update bisa menambahkan ppa:canonical-pse/netbeans di repositori anda. Namun dengan versi 6.8 sepertinya tidak akan jauh beda dengan yang akan saya jabarkan. Sementara database yang saya gunakan disini adalah Oracle 10g XE, kenapa pakai XE?

Mengembalikan Panel Gnome yang Hilang

Lagi asik mengutak-atik settingan compiz, tiba-tiba gnome panel yang berada di bawah hilang, itu lho, tempat aplikasi jika diminimize, nah lho kok bisa? saya juga tidak tahu persis bagian mana yang membuatnya hilang, yang jelas sekarang kalau minimize aplikasi ya hilang saja, tidak ada di panel, ya panelnya saja tidak ada :D, tapi aplikasi tetap bisa dimunculkan saat saya menekan Alt+tab. Hilang disini bukan karena terhapus, panel masih ada tapi tidak tampak. Saya pikir ini ulah compiz, ternyata setelah direstart pun si panel tidak menampakan batang hidungnya. Akhirnya saya cari solusinya di mesin pencari super canggih abad ini, dan menemukannya disini. Untuk lebih jelasnya saya postingkan disini :

  1. Pertama, kita akan menghilangkan dulu semua panelnya dengan perintah gconftool --recursive-unset /apps/panel
  2. Kemudian menghapus semua pengaturan panel dengan menghapus direktorinya rm -rf ~/.gconf/apps/panel
  3. Terakhir munculkan kembali panel dengan perintah pkill gnome-panel
Ta da! Senangnya gnome panel bisa kembali lagi :D

My Lucid Screenshot