Tampilkan postingan dengan label Kustomisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kustomisasi. Tampilkan semua postingan

Start Menu ala Windows dengan Gnomenu

Kecepatan dan kenyamanan mengakses suatu direktori atau aplikasi melalui menu menjadi penting ketika kita menggunakan komputer untuk menunjang kegiatan harian, salah satu akses / menu yang menjadi favorit saya adalah menunya Gnome Panel bawaan Ubuntu, yang dibagi menjadi 3 kategori utama yaiatu Applications, Places, dan System, dengan posisi diatas layar, mudah dan simpel sekali, ga ada fitur yang aneh - aneh. Namun suatu ketika, saya kangen sekali dengan tampilan menu yang pernah menemani saya di sitem operasi Windows. Ya, menu klasik dengan tulisan start di bagian bawah layar, yang ketika diklik menampilkan jajaran menu untuk mengakses berbagai direktori dan aplikasi, tidak bisa dipungkiri soal

Menampilkan / Menyembunyikan Icon di Desktop

Kalau mengingat trik ini, mirip sekali dengan pengaturan yang ada di desktop Windows XP, dimana saat itu secara default icon - icon yang biasa berada di desktop Windows 98, seperti my computer, recycle bin, my document, dan network secara default dihilangkan. Saya tidak tahu siapa sebenarnya yang memiliki ide ini duluan, membersihkan icon dari desktop, mungkin agar desktop terlihat lebih indah dan rapi, tapi jadi miskin aksesibilitas :D. Bagi yang lebih suka dengan tampilan icon pada desktop ada cara mengembalikan mereka, di Ubuntu sendiri ada icon yang muncul secara otomatis di desktop ketika kita menancapkan media eksternal seperti flashdisk, cdrom, dll yang di-mount secara otomatis, ide ini cukup baik bagi saya

Gnome 2 Global Menu, Menu ala Mac OS

Pernah lihat menu bar di Mac OS? Ya, bar yang ada di bagian atas desktopnya berfungsi sebagai menu bagi setiap jendela yang dibuka, jadi menu tidak terletak pada masing-masing jendela. Nah, Gnome global menu menerapkan hal yang serupa, ini akan menjadi masalah selera, tergantung bagaimana kenyamanan anda dalam penggunaannya. Bagi saya ini cukup membantu menyederhanakan tampilan jendela, menu terletak secara terpusat. Pada Ubuntu 11.04 dengan Unity-nya juga telah menerapkan hal yang sama, begitu pula pada Gnome 3, mungkin ini menjadi semacam trend saat ini. Global menu dapat ditemukan di Software Center, atau install dengan perintah

Visual Effect, Compiz

Visual effect menjadi daya tarik tersendiri pada sistem operasi Linux belakangan ini, termasuk juga Ubuntu. Visual effect memungkinkan tampilan desktop yang tidak biasa, lebih enak dilihat, dengan beragam variasi yang mungkin tidak dijumpai di sitem operasi lain. Visual effect dihasilkan berkat Compiz (www.compiz.org), Compiz adalah compositing manager berbasis OpenGL. Untuk mengaktifkan visual effect,

Mengaktifkan Codec Tambahan

Pada Ubuntu 10.04 secara default tidak disertakan codec (coder decoder) untuk memainkan file mp3, avi, mpeg, dsb. Untuk dapat memainkan file-file tersebut kita perlu menginstall paket tambahan, yaitu ubuntu restricted extras, yang bisa kita temui di Software Center. Dengan menginstal restricted extras, menghemat waktu kita menemukan codec-codec (seperti gstreamer plugin) untuk memutar file-file multimedia tersebut. Selain codec, instalasi ini juga menambahkan JRE (java runtime environment), font dari Microsoft, plugin flash, plugin LAME, dan dukungan untuk memutar DVD. Setelah instalasi selesai langsung deh dengarkan file-file mp3 favorit :)

Mengaktifkan Horizontal Scrolling

Untuk mengaktifkan horizontal scroling sangatlah mudah, dai menu System -> Preference -> Mouse, buka tab Touchpad, pada bagian Scrolling, centang enable horizontal scrolling. Untuk vertikal scrolling juga bisa dimodifikasi dari menggunakan ujung kanan touchpad menjadi menggunakan 2 jari (ala macbook) dengan memilih 2 finger scrolling. Teknik ini berlaku jika Touchpad pada Notebook bisa dideteksi dengan baik.

Menu Tambahan pada Nautilus

Secara default, Ubuntu 10.04 sudah memiliki menu klik kanan yang kaya pada file browsernya. Selain fungsi standar seperti copy, cut, paste, move to trash, send to, dan sebagainya, kita bisa menambahkan menu baru dengan bantuan tool Nautilus Actions Configuration yang bisa didapatkan di Software Center. Sebelum mulai menambahkan menu baru, ada baiknya kita menginstal menu tambahan yang sudah disediakan, salah satunya menu "Open in Terminal", tentunya menu ini akan sangat membantu tugas kita untuk membuka suatu lokasi dalam ke dalam terminal tanpa harus mengetik nama foldernya yang terkadang panjang.

My Lucid Screenshot